Liverpool-Tidak-Bisa-Memastikan-Harry-Kane-Bermain-atau-Tidak

Liverpool Tidak Bisa Memastikan Harry Kane Bermain atau Tidak

Duel jelas sulit, tetapi di sisi lain itu memberikan perasaan keakraban. Kedua tim sangat akrab satu sama lain. Musim ini, Liverpool muncul sebagai pemenang dalam dua pertandingan Liga Premier mereka.

Biar begitu, final tetaplah final. Liga Champions selalu menyimpan kejutan, terlebih pada pertandingan sebesar final. Artinya, laga bakal ditentukan oleh hal-hal kecil. Detail kecil yang berperan besar.

Bek Liverpool, Andrew Robertson mewaspadai ancaman Harry Kane pada final Liga Champions mendatang. Liverpool bakal melawan Tottenham Hotspur pada partai pamungkas Liga Champions 2018/19, Minggu (2/6) dini hari WIB, di Wanda Metropolitano, Madrid.

Kedua tim pun dalam kondisi terbaik jelang laga ini. Striker jagoan Spurs, Harry Kane sudah mulai berlatih setelah menepi cukup lama. Kane bisa jadi ancaman yang berbahaya.

Sebagai lawan, Robertson sudah paham betul kekuatan Kane. Dia mengakui penyerang timnas Inggris itu sebagai salah satu striker terbaik di dunia. Liverpool hanya perlu bermain seperti biasanya, sesuai identitas mereka.

Baca juga :

 

“Anda punya waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi beberapa skenario berbeda. Mereka akan melakukan itu terhadap kami dan kami melakukan itu pada mereka. Sebenarnya tidak penting siapa yang bermain,” ujar Andrew Robertson kepada Sky Sports.

“Tentu saja, Harry Kane merupakan striker berkelas dunia dan entah dia fit atau tidak, dia bisa jadi penentu kemenangan untuk mereka. Kami jelas berharap tidak.”

Kane memang belum dipastikan bermain sampai namanya benar-benar muncul dalam daftar skuad pertandingan tersebut. Biarpun demikian, Robertson menjamin Liverpool tak pernah takut membayangkan kemungkinan harus menghadapi kekuatan Kane.

“Sebenarnya tidak terlalu penting tim mana yang memulai laga, kami harus berkonsentrasi pada diri kami sendiri dan berkonsentrasi untuk bermain 100 persen saat bertahan dan menyerang.”

“Jika kami melakukan itu, kami percaya kami cukup bagus untuk memenangkan pertandingan. Satu-satunya perbedaan dengan dua klub Premier League [di final] mungkin bakal tidak banyak kejutan,” sambungnya.

“Kami sedikit-banyak mengenal bagaimana satu sama lain bakal bermain dan semoga kami bisa melakukannya dan muncul sebagai pemenang,” tandas Robertson.

Liverpool-Sudah-Memprediksi-Tottenham-Akan-Kalah-Dengan-Skor-2-1

Liverpool Sudah Memprediksi Tottenham Akan Kalah Dengan Skor 2-1

Tottenham memiliki perjalanan yang sangat mengejutkan di Liga Champions musim ini. Tak banyak diunggulkan, tim asuhan Mauricio Pochettino tersebut justru mampu tampil luar biasa dan akhirnya lolos ke partai final untuk pertama kalinya.

Mantan pemain Tottenham, Darren Anderton mengungkapkan keyakinannya bahwa Spurs akan keluar sebagai juara Liga Champions musim ini dengan mengalahkan Liverpool. Prediksinya adalah 2-1 untuk kemenangan Spurs.

Banyak yang memprediksi bahwa Liverpool akan memenangi partai final yang rencananya bakal digelar pada hari Minggu, 2 Juni 2019 pukul 02:00 WIB. Namun Anderton percaya Spurs yang akan keluar sebagai juara.

Dalam komentarnya mengenai duel Tottenham vs Liverpool di final Liga Champions, Anderton menyinggung bahwa faktor Spurs yang tak banyak diunggulkan akan memiliki pengaruh dalam hasil akhir.

“Saya pikir Tottenham akan memenangi final Liga Champions. Semua tekanan berada di Liverpool untuk menang dan itu akan menguntungkan Tottenham,” ujarnya seperti dikutip dari Express.

Baca juga :

Setelah perjalanan luar biasa yang Tottenham miliki di Liga Champions musim ini, saya akan mendukung mereka untuk membawa trofi pulang ke rumah,” tambahnya.

“Liverpool merupakan favorit untuk alasan yang jelas, tapi ini tampak seperti nama Spurs sudah ada di trofi, mereka memiliki perjalanan luar biasa di sini.”

“Ketika ini adalah pertandingan final, saya akan mendukung Spurs, siapa pun lawannya. Ini harusnya menjadi sebuah final yang hebat dan saya pikir Spurs akan unggul dengan skor 2-1,” imbuhnya.

Dilanjutkan oleh Anderton, andai Liverpool kalah di partai final Liga Champions tahun ini, itu tak akan menghalangi The Reds untuk memberikan label musim ini sebagai musim yang sukses.

“Apakah Liverpool kalah di Final Liga Champions atau tidak, ini hanya dapat dilihat sebagai musim yang sangat sukses bagi klub,” tambahnya.

“Untuk hanya kalah satu pertandingan Premier League sepanjang musim ini dan mencapai Final Liga Champions itu sudah merupakan musim yang hebat,” lanjutnya.

“Van Dijk telah datang dan membuat perbedaan besar bagi mereka, mereka sangat fenomenal. Liverpool adalah klub yang sedang bersemangat saat ini.”

“Mereka sangat tak beruntung berada satu kompetisi dengan Manchester City yang mungkin adalah tim terbaik Premier League yang pernah ada,” tutupnya.

Kegagalan-Liverpool-di-EPL-Sudah-Terlupakan

Kegagalan Liverpool di EPL Sudah Terlupakan

Liverpool baru-baru ini menelan pil pahit. Mereka gagal memenangkan gelar Liga Premier, karena mereka hanya kehilangan satu poin dari Manchester City di klasemen akhir Liga Premier.

Bek Liverpool, Virgil van Dijk menegaskan timnya sudah siap tempur menghadapi Tottenham Hotspur di Final Liga Champions musim ini. Van Dijk membeberkan bahwa timnya fokus penuh pada laga ini dan sudah melupakan kegagalan mereka di Premier League.

Namun musim Liverpool masih belum berakhir. Mereka akan menghadapi sebuah partai krusial di awal Juni nanti, di mana mereka bakal menantang Totenham Hotspur di Final Liga Champions musim ini.

Van Dijk menegaskan bahwa timnya berada dalam konsentrasi penuh untuk menghadapi partai akbar tersebut. “Kami tidak akan berpikir mengenai kekalahan atau bagaimana kami akan melalui kegagalan meraih Premier League hanya kalah satu poin saja, lalu kalah juga di Liga Champions,” ujar Van Dijk kepada Guardian.

Baca juga : Prediksi Bola South Africa U20 Vs Korea Republic U20 29 Mei 2019

Van Dijk menegaskan bahwa kegagalan timnya memenangkan gelar EPL menyisakan rasa pahit di mulut para punggawa The Reds. Namun ia menegaskan timnya sudah move on dari kegagalan tersebut.

“Kegagalan itu tidak berharga untuk dipikirkan. Saat ini kami hanya berpikir bagaimana kami bisa bermain dengan kemampuan terbaik kami dengan segenap talenta dan pengalaman kami.”

“Ya kami memang nyaris memenangkan Premier League, namun sekarang kami punya peluang memenangkan Liga Champions. Kejuaraan ini adalah kejuaraan yang besar, dan kami akan melakukan segalanya untuk memenangkan partai ini.”

Van Dijk juga menegaskan bahwa timnya sudah membayangkan bahwa mereka bakal memenangkan trofi Si Kuping Bundar pada musim ini.

Van Dijk menyebut bahwa timnya bakal menuai banyak kesuksesan besar jika mereka sanggup memenangkan trofi Liga Champions tersebut.

“Saya bisa membayangkan kami memenangkan Liga Champions, sehingga dua pertandingan berikut kami adalah Community Shield dan Piala Super Eropa. Kami bisa memenangkan tiga trofi dalam tiga pertandingan dan kami akan mengincar hal tersebut.” tandasnya.

Bek-Termuda-Liverpool,-Arnold--Bakal-Tampil-di-Dua-Final-Liga-Champions

Bek Termuda Liverpool, Arnold Bakal Tampil di Dua Final Liga Champions

Arnold saat ini mulai di Liverpool ketika dia baru berusia 20 tahun. Berkat penampilannya yang rapi di sisi kanan, ia selalu menjadi pilihan pertama dan posisinya sulit bergerak.

Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold akan mencetak rekor baru di final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur di stadion Wanda Metropolitano pada 2 Juni. Ia akan dinobatkan sebagai bek termuda yang telah tampil di dua final berturut-turut.

Musim ini ia telah membuat 39 penampilan dengan satu gol dan 16 assist di semua kompetisi. Perannya sangat vital dan bahkan menjadi sumber inspirasi bagi kemenangan Liverpool melawan Barcelona di semi final.

Baca juga : Prediksi Bola Bologna Vs Napoli 26 Mei 2019

Penampilan ke-40 musim ini akan membawa Alexander Arnold ke rekor. Penampilannya melawan Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Minggu (6/6/2019) saat subuh akan membuatnya menjadi bek termuda yang berpartisipasi dalam dua final berturut-turut.

Bek Liverpool berusia 20 tahun akan mengalahkan rekor Christian Panucci 24 tahun lalu. Panucci menetapkan rekor untuk pemain bertahan termuda yang tampil di dua final Liga Champions UEFA berturut-turut pada tahun 1995 dengan AC Milan pada usia 22.

Liverpool sangat serius dalam persiapannya untuk Tottenham. Agar 100% siap, Liverpool menyelenggarakan sesi pelatihan dua minggu di Marbella dalam bahasa Spanyol.

Laporan Liverpool Daily Mail pergi ke Marbella, sebuah wilayah di Spanyol selatan, Senin (20/5/2019). Mereka akan berlatih di sana untuk mempersiapkan pertandingan Liga Champions.

Tim Juergen Klopp pergi ke Marbella setelah liburan yang mengikuti pertandingan terakhir Liga Premier. Marbella bukanlah tempat yang aneh bagi Liverpool.

Sebelumnya, mereka berlatih dua kali di tempat ini. Liverpool melakukannya sebelum final Liga Champions musim lalu, serta selama istirahat dari kompetisi Liga Inggris pada awal Februari tahun ini.

Berita bagus untuk Liverpool. Sebelum final Liga Champions, Liverpool mungkin akan diperkuat oleh Roberto Firmino.

Striker asal Brasil ini telah tiba di Marbella untuk pulih dari cedera, tetapi manajer Lierpool Jurgen Klopp sendiri yakin bahwa pemain Brasil itu akan dalam kondisi yang baik melawan Spurs.

“Kami punya waktu sebelum final dan itu sudah cukup,” kata Klopp.