Nasib Ronaldo Jika Tidak Menang Dalam Liga Champions

Nasib Ronaldo Jika Tidak Menang Dalam Liga Champions

Prediksibola88dunia.comCRISTIANO Ronaldo sangat kecewa setelah tidak mampu membawa Juventus ke trofi Liga Champions 2018-2019. Tak lama setelah Juventus tersingkir oleh Ajax Amsterdam di perempat final Liga Champions 2018-2019, Ronaldo menyatakan kekecewaannya kepada ibunya, María Dolores.

Sebenarnya tidak mengherankan Ronaldo sangat kesal. Sebab, alasan Juventus mendatangkan Ronaldo adalah untuk memenangi trofi Liga Champions, gelar yang terakhir kali dimenangi si Nyonya Tua pada 1995-1996. Karena itu, di musim perdana membela Juventus, Ronaldo gagal mewujudkan impian sang klub.
Andai hingga nantinya pensiun sebagai pesepakbola tidak lagi memenangi trofi Liga Champions, ada beberapa nasib miris yang gagal diwujudkan pesepakbola 34 tahun itu. Apa saja?

Berikut nasib yang diterima Cristiano Ronaldo jika tak lagi menangi trofi Liga Champions

Gagal Memenuhi Tantangan
Seperti yang sudah diutarakan di atas, alasan Juventus mendatangkan Ronaldo adalah untuk memenangi trofi Liga Champions. Ronaldo dinilai memiliki kualitas untuk mengantarkan Juventus menjadi kampiun, mengingat pesepakbola asal Portugal itu berpengalaman meraih lima trofi si Kuping Besar.

Jika Ronaldo hanya mampu memenangi trofi Liga Italia bersama Juventus, jelas hal yang mubazir bagi si Nyonya Tua. Sebab, sebelum kehadiran Ronaldo sekalipun, Juventus telah mencatatkan diri sebagai kampiun Liga Italia dalam tujuh musim beruntun.

Tak Lagi Menangi Trofi Ballon dOr
Keberhasilan meraih trofi Liga Champions biasanya berefek kepada kesuksesan seorang pemain dalam usaha merebut gelar Ballon dOr. Fakta membuktikan dalam lima musim terakhir, pemain yang merebut bola emas adalah pesepakbola yang mengantarkan sang klub keluar sebagai jawara Liga Champions.

Baca juga : Pemain Yang Di Lepaskan Man United Pada 2019

Jika tidak lagi memenangi trofi Ballon dOr, otomatis koleksi bola emas Ronaldo akan tertinggal dari Lionel Messi (Barcelona). Sebab, Messi berpeluang besar merebut trofi Ballon dOr keenamnya pada tahun ini, asalkan mengantarkan Barcelona sebagai kampiun Liga Champions 2018-2019. Sekadar informasi, Messi dan Ronaldo saat ini sama-sama mengoleksi lima trofi Ballon dOr.

Messi Ungguli Ronaldo
Jika ingin disebut treble winner, sebuah klub wajib meraih trofi Liga Champions dan dua trofi kompetisi domestik. Andai Ronaldo tak lagi memenangi trofi Liga Champions, otomatis di sepanjang kariernya, pesepakbola 34 tahun itu tidak pernah merasakan manisnya menyabet treble winner.

Sejauh ini, pencapaian terbaik Ronaldo hanyalah merebut double winner, tepatnya bersama Manchester United pada 2008-2009 (Liga Inggris dan Liga Champions) dan Real Madrid 2016-2017 (Liga Spanyol dan Liga Champions). Kondisi itu membuat Ronaldo berada di bawah bayang-bayang sang rival abadi, Messi.

La Pulga –julukan Messi– tercatat dua kali merebut treble winner bersama Barcelona, tepatnya pada 2008-2009 dan 2014-2015. Bahkan Messi berpeluang meraih treble winner ketiganya musim ini, mengingat Barcelona masih eksis di Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions.

Tak Ada Messi Guardiola Kesulitan Di Liga Champion

Tak Ada Messi Guardiola Kesulitan Di Liga Champion

Prediksibola88dunia.com – Messi adalah pemain sepak bola terbaik di akhir – akhir wajar saja tidak adanya messi pasti akan membuat satu club berasa kehilangan ujung tombaknya. Kali ini prediksibola88dunia.com akan membahas rasa kehilangan Guardiola atas messi jadi membuat tidak pede dalam menghadapi Liga Champion.Berikut ulasan lengkapnya di bawah ini.

Sejak meninggalkan Barcelona, Pep Guardiola masih belum menjuarai Liga Champions lagi. Tak punya pemain seperti Lionel Messi diklaim menjadi penyebabnya.

Guardiola sempat membawa Barcelona dua kali menjuarai Liga Champions pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. Usai meninggalkan Blaugrana, manajer asal Spanyol itu kesulitan mengangkat trofi si Kuping Besar lagi.

Sempat pindah ke Bayern Munich, prestasi Guardiola hanya mengantar raksasa Jerman itu ke semifinal. Kemudian di Manchester City, capaiannya menurun dengan mentok di perempafinal.

Terakhir, Guardiola gagal meloloskan City ke semifinal usai didepak Tottenham Hotspur, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. Usai kalah 0-1 di London, The Citizen cuma menang 4-3 di kandang sehingga kandas akibat kalah produktivitas gol tandang dalam agregat 4-4.

Ruud Gullit, legenda sepakbola Belanda, menyebut Guardiola kesulitan karena tidak punya pemain seperti Messi. Penyerang Argentina itu disebut bisa membantu sang manajer berkat kualitasnya.

Baca juga : Alasan Van Dijk Tak Bisa Hentikan Messi

“Guardiola tak memenangkan Liga Champions karena tidak puny Messi dan itu perbedaan besarny. Dia mencobanya di Bayern dan selalu hampir meraihnya, tetapi tidak berhasil,” ujar Gullit kepada BeIN Sports yang dilansir Marca.

“Gelar Bundesliga bersama Bayern tidak lagi menjadi prestasi karena mereka memenangkannya hampir setiap musim. Ketika Barcelona menghadapi pertandingan yang sulit, Messi unjuk gigi.”

“Messi sangat penting bagi Barcelona dalam banyak pertandingan di era Guardiola. Anda tidak bisa membeli sebuah tim untuk melakukannya dan karena itu saya sedih kepadanya, karena melihat hasrat dan motivasi yang ia miliki,” pungkas pria yang sempat berkarier di PSv Eindhoven, AC Milan, dan Chelsea tersebut.

Saat Guardiola gagal meloloskan City, Messi justru bisa mengantar Barcelona ke semifinal. Ia mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Manchester United 3-0 di leg kedua sehingga memberi tiket babak empat besar dengan agregat 4-0.

Messi kini sudah bikin 10 gol di Liga Champions, dan selanjutnya akan memimpin Barcelona menghadapi Liverpool di semifinal.

Leganes Hampir Mengalakan Real Madrid

Leganes Hampir Mengalakan Real Madrid

Prediksimafiabola.com – Real Madrid di bawah kendali Zinedine Zidane tampaknya tidak stabil. Los blancos hampir mengalahkan Leganés di Liga 2018-2019 dan berlanjut pada Selasa (16/6/2019) dini hari WIB. Dalam pertandingan itu, pasukan Zidane hanya bisa meraih hasil imbang 1-1. Gol tuan rumah diciptakan oleh Jonathan Silva, sementara Karim Benzema melemparkan gol oleh Los Blancos.

Sejak menit awal Real Madrid langsung bermain menekan dengan tempo cepat.

Pada menit ke-9, Los Blancos mencoba peruntungan untuk mencetak gol. Isco memberikan umpan sempurna kepada Marco Asensio, namun tendangan dari pemain berusia 23 tahun itu, nyatanya masih melemah.

Mendapati peluang pertama dengan cepat, membuat El Real terlihat percaya diri untuk bisa segera mengubah papan skor.

Namun, skuat asuhan Zinedine Zidane yang bisa mendominasi jalannya pertandingan, masih sulit mencari celah untuk merobek gawang Ivan Cuellar.

Penghujung babak pertama, Real Madrid masih kesulitan untuk kembali membuat peluang tendangan ke gawang. Unggul penguasaan bola, nyatanya El Real terus menemukan jalan terjal ketika ingin menggelabui Cuellar.

Secara tak terduga, Real Madrid yang agak sedikit mengendurkan permainannya, justru harus tertinggal 0-1, ketika tendangan jarak jauh Jonathan Silva gagal dibendung Keylor Navas.

Baca juga : Jurnalis-Jurnalis Menjadi Lawat Berat Liperpol Kali Ini

Tertinggal 0-1, Real Madrid menggempur pertahanan Leganes. Hasilnya mereka bisa menyamakan kedudukan di menit-55, saat sepakan Karim Benzema gagal dihadang Cuellar.

Bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1, permainan Real Madrid mulai alami perubahan. Anak asuh Zizou, dapat mengunci pergerakan lini serang dari Los Pepineros. Kendati begitu, keseringan mengutak-atik bola terlalu lama, membuat Los Blancos justru jarang menciptakan peluang yang berarti.

Real Madrid, justru nyaris kembali alami kebobolan setelah Silva mempunyai kesempatan emas untuk mencetak gol. Untungnya, sundulannya kerasnya masih jatuh tepat di tangan Keylor Navas.

Tidak mau kalah dengan Leganes, Los Blancos mulai mencoba membuka peluangnya dalam mencetak gol. Menit-70, Dani Carvajal memberikan umpan terarah kepada Federico Valverde, nahasnya Cuellar masih dengan mudah menangkapnya.

Nasib sial justru menerpa Madrid. Menit-83, El Zhar bisa menceploskan bola ke gawang Navas, dan membawa Leganes unggul 2-1. Beruntungnya, setelah wasit kembali melihat melalui VAR (Video asisten wasit), El Zhar nyatanya telah dalam posisi offside, dan membuat wasit memutuskan untuk menganulir golnya.

Pada menit-89, Madrid juga nyaris kecolongan ketika lini pertahanannya amat rapuh. En-Nesyri yang hanya tinggal melewati Navas, tetap gagal mengubah papan skor dikarenakan Varane bergerak cepat untuk menghentikan sepakannya. Hasil imbang membuat Real Madrid makin tertinggal dari Atletico Madrid yang ada di posisi runner-up sementara La Liga Spanyol.

messi

MU Butuh Pemain Seperti Messi Jika Ingin Berjaya Kembali

Prediksibola88dunia.com – Setan Merah –julukan Man United di klem harus memiliki permain seperti messi jika ingin kembali berjaya seperti dulu lagi. Untuk masa – masa sekarang Man United sudah tidak seperti dulu lagi seperti masa kejayaan tim ini sudah lah sirna begitu saja.

Salah satu legenda Manchester United, Paul Parker, memberikan komentar mengenai kiprah mantan klubnya sepeninggal Sir Alex Ferguson. Parker menyebut bahwa Man United butuh pemain seperti Lionel Messi untuk membawa mereka kembali ke masa kejayaan seperti dulu.

Sebagaimana diketahui sejak Ferguson memutuskan pensiun sebagai manajer, kiprah Man United memang inkonsisten. Bahkan pada musim 2018-2019 saja, Man United sempat terseok-seok hingga akhirnya memecat Jose Mourinho dari kursi manajer.

Man United sempat bangkit di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer dengan melalui sejumlah laga tanpa terkalahkan. Akan tetapi performa Setan Merah –julukan Man United– kembali menurun dengan hanya mampu memetik satu kemenangan dari lima laga terakhirnya kali ini.

Baca juga : Tiemoue Bakayoko Akan Tetap Di Pertahankan Club AC Milan

Parker selaku atau mantan pemain pun merasa prihatin dengan kiprah Man United kali ini. Parker berharap manajemen klub bisa mendatangkan pemain yang mampu mengubah mental para pemain Man United, layaknya seorang Messi bersama Barcelona.

“Man United belum mendapatkan satu pemain seperti Lionel Messi. Ia memang kesulitan di Old Trafford (dalam laga leg pertama perempatfinal Liga Champions 2018-2019), tetapi masih bisa berbuat cukup banyak untuk memenangkan laga,” ucap Parker, seperti dikutip dari Talksport, Sabtu (13/3/2019).

“Sekarang Anda meminta Man United untuk pergi dan memenangkan pertandingan di tempat di mana Barcelona hanya kalah sekali musim ini melawan Real Betis pada bulan November. Man United belum pernah memenangkan pertandingan melawan Barcelona di Camp Nou,” sambungnya.

“Semangat final tahun (Liga Champions) 1999, dan keberhasilan mereka di Liga Champions melawan Bayern Munich tidak masuk ke dalamnya. Para pemain yang kuat secara mental yang ada di sana pada tahun 1999 tidak benar-benar ada saat ini. Bukan hanya di United, tapi lintas sepakbola,” tutup pria berusia 55 tahun tersebut.

bola bola

Tiemoue Bakayoko Akan Tetap Di Pertahankan Club AC Milan

Rediksibola88dunia.com –  Direktur AC Milan Paolo Maldini tidak menyangkal bahwa Tiemoue Bakayoko mengalami masa sulit dengan AC Milan. Namun, Maldini memastikan bahwa Milan sekarang akan berjuang untuk mempertahankan pemain di San Siro. Tiemoue Bakayoko bergabung dengan Milan pada awal musim 2018/19. Milan membawa sang pemain dengan status pinjaman dari Chelsea. Bakayoko tidak bermain bagus saat di Chelsea, dia pun tidak masuk dalam skema pelatih Maurizio Sarri.

Masa peminjaman Bakayoko akan tuntas begitu musim 2018/19 berakhir. Sejauh ini, belum ada pembicaraan secara khusus dari pihak Milan dengan Chelsea terkait masa depan pemain berusia 24 tahun tersebut.

Simak pernyataan Paolo Maldini terkait masa depan Tiemoue Bakayoko di bawah ini ya Bolaneters.

Dipertahankan AC Milan

Pada awal musim, Tiemoue Bakayoko memang sulit mendapat menit bermain. Sebab, dia harus bersaing dengan Lucas Biglia dan Franck Kessie untuk mendapatkan satu tempat di lini tengah. Milan pun sempat punya keinginan melepas Bakayoko pada bursa transfer Januari 2019.

Cedera yang dialami Biglia kemudian jadi berkah terselubung untuk bagi Bakayoko. Dia mulai mendapat kepercayaan dari pelatih Gennaro Gattuso untuk bermain rutin. Dan, Milan ini berniat untuk membuat Bakayoko permanen di San Siro.

“Tiemoue Bakayoko menunjukkan karakter yang hebat. Dia tidak memulai karir di sini dengan sangat bagus dan harus beradaptasi dengan hal berbeda dari apa yang biasanya dia lakukan,” ucap Paolo Maldini pada Mediaset.

“Kami sangat senang dengannya dan kami akan berusaha keras untuk mempertahankan dia,” sambung legenda hidup AC Milan tersebut.

Baca juga : Supporter MU Menyerang Mental Messi

Belum Tentu Dibeli Permanen 

Sementara itu, Paolo Maldini masih belum bisa memastikan jalur apa yang ditempuh oleh AC Milan untuk mempertahankan Tiemoue Bakayoko. Sebab, jika ingin membelinya secara permanen, Milan juga harus berhitung dengan resiko hukuman Financial Fair Play [FFP].

“Itu akan sangat bergantung pada kasus Financial Fair Play dan posisi akhir kami di liga. Jika kami bermain untuk kualifikasi Liga Champions, akan sangat penting bagi kami berada di pasar dan juga memperdalam skuat,” tandas Maldini.

Tiemoue Bakayoko sejauh ini telah 25 kali dimainkan oleh Gennaror Gattuso di Serie A. Pemain asal Prancis itu mampu tampil bagus di posisi gelandang. Sejauh ini, eks AS Monaco juga memberikan satu gol dan satu assist untuk AC Milan di Serie A.

Porto-Vs-Roma-07-Maret-2019

Prediksi Bola Porto Vs Roma 07 Maret 2019

Prediksi Bola UEFA Champions League kali ini akan sangat menegangkan untuk team Porto melawan Roma pada tanggal 07 Maret 2019 tepatnya pada pukul 03.00 WIB yang akan berlangsung di Estádio Do Dragão (Porto).

Pada pertemuan terakhir Porto harus menelan kekalahan saat melawan Benfica, pada kali ini Porto akan melawan kembali Roma untuk melihat team mana yang akan berhasil memperoleh kemenangan. Pelatih Porto Sérgio Conceição sangat berharap kepada anak asuhnya pada pertandingan kali ini dapat memperoleh kemenangan. Hasil lima pertandingan terakhir Porto tercatat tiga kali berhasil memperoleh kemenangan dan dua kali harus menelan kekalahan.

Sedangkan dikubu lawannya yaitu Roma harus menelan kekalahan saat melawan Lazio, pada pertemuan kali ini Roma akan melawan kembali Porto untuk memperebut gelar pada tahun 2019 dari Porto. Roma tidak akan mengecewakan pelatihnya pada pertandingan kali ini, berikut lima pertandingan terakhir Roma tercatat empat kali berhasil memperoleh kemenangan dan satu kali harus menelan kekalahan.

Prediksi susunan pemain Porto Vs Roma :

Porto (4-4-2) : Casillas/ Telles/ Pepe/ Felipe/ Militao/ Brahimi/ Herrera/ Pereira/ Corona/ Soares/ Marega.

Roma (4-3-3) : Olsen/ Kolarov/ Fazio/ Manolas/ Florenzi/ Pellegrini/ De Rossi/ Cristante/ El Shaarawy/ Dzeko/ Zaniolo.

Head To Head
13-Feb-2019 Roma 2-1 Porto
24-Aug-2019 Roma 0-3 Porto
18-Aug-2019 Porto 1-1 Roma
Lima Pertandingan Terakhir Porto
03-Mar-2019 Porto 1-2 Benfica
27-Feb-2019 Porto 3-0 Sporting Braga
23-Feb-2019 Tondela 0-3 Porto
17-Feb-2019 Porto 2-0 Vitória Setúbal
13-Feb-2019 Roma 2-1 Porto
Lima Pertandingan Terakhir Roma
03-Mar-2019 Lazio 3-0 Roma
24-Feb-2019 Frosinone 2-3 Roma
19-Feb-2019 Roma 2-1 Bologna
13-Feb-2019 Roma 2-1 Porto
09-Feb-2019 Chievo 0-3 Roma

Berikut Prediksi Bola Pertandingan Porto Vs Roma 07 Maret 2019 dari Prediksibola88dunia.com :

Handicap Porto 0 : 1/2 Roma
Over/Under 23/4
Prediksi Skor Porto 1 : 1 Roma