Pelati Chelsea Senang Dengan Keberhasilan Timnya

Pelati Chelsea Senang Dengan Keberhasilan Timnya

Prediksibola88dunia.com – Manager Chelsea cukup puas dengan pencapaian timnya kali ini. Walaupun tim Chelsea tidak menang dalam pertandingan kali ini namun tidak membuat manager Chelsea menjadi kecewa. Berikut kita akan membahas bagaimana ulasan lengkapnya di bawah ini.

Manajer Chelsea Maurizio Sarri senang dengan prestasi timnya musim ini. Dia juga tidak merasakan kegagalan jika The Blues ketinggalan Liga Champions musim depan. Sarri masih yakin bahwa Chelsea dapat mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. The Blues masih memiliki peluang untuk menjadi empat besar di klasemen Liga Premier atau dengan memenangkan Liga Eropa.

Saat ini, Chelsea berada di posisi keempat dengan koleksi 67 poin. Namun, mereka hanya berjarak satu poin dari peringkat kelima, Arsenal, dan tiga poin dari urutan keenam, Manchester United.

Dengan demikian, persaingan di posisi empat besar sangat ketat. vTiga pertandingan tersisa, Chelsea tak boleh kehilangan poin lagi di Premier League.

Tidak Gagal

Masa depan Sarri di Stamford Bridge masih diragukan. Namun, menjelang pertemuan penting pada Minggu (28/4/2019), melawan Manchester United, ia yakin sudah membawa Chelsea lebih baik. Saat ditanya apakah akan menjadi kegagalan bagi Chelsea jika absen di Liga Champions musim depan, Sarri mengatakan kepada Sky Sports: “Tidak. Kami bermain di final (Piala Liga Inggris),” ujar Sarri.

“Kami kalah di final lewat adu penalti (dari Manchester City). Kami berada di semifinal Liga Europa. Kami berjuang untuk empat besar. Jadi musim saat ini bagus.

“Jika kami bisa mencapai final, kami ingin memenangkan final. Dan saya pikir musim ini, saat ini, bagus. Tentu saja, musim yang sangat sulit.”

Baca juga : Ac Milan Bermain Sangat Buruk

Alami Kemajuan

Sarri sempat mempertanyakan tekad pemainnya setelah kalah melawan Arsenal dan Bournemouth pada Januari lalu. Manajer berusia 60 tahun mengatakan bahwa pasukannya sekarang sudah mengalami kemajuan.

“Kami kalah dengan cara yang salah dua atau tiga pertandingan, sehingga perasaan, kadang-kadang, lebih buruk,” tambahnya.

“Saya pikir karena alasan ini karena kami kalah dalam dua atau tiga pertandingan dengan cara yang salah, dengan cara yang sangat salah, tanpa bertarung.

“Tetapi jika Anda melihat musim, kami sudah melakukannya dengan baik, saya pikir.

“Tentu saja, ini hanya langkah pertama. Kami perlu meningkatkannya lebih banyak. Kami harus menjadi kompetitif untuk ke puncak. Meskipun begitu, langkah pertama itu baik.”

Ac Milan Bermain Sangat Buruk

Ac Milan Bermain Sangat Buruk

Prediksibola88dunia.com – Ac milan kalah dalam pertandingan terakhirnya dan pulang dengan tangan hampa. Walaupun Ac Milan berjuang dengan keras mencoba mencari peluang demi peluang namun tidak memberikan hasil apa pun dan tetap menerima kekalahan bahkan tidak satu gol pun terjadi dalam pertandingan waktu itu. Berikut prediksibola88dunia.com akan membahas ulasan lengkapnya di bawah ini.

AC Milan terpaksa pulang dengan tangan kosong. Bermain di Stadion Grande Torino Turin, Turin, markas besar Turin, tim pelatih Gennaro Gattuso terpaksa menang 0-2. Pertandingan yang dimainkan pada Senin pagi WIB (29/4/2019) berlangsung dengan cukup cepat karena kedua tim sama-sama bertekad untuk menang untuk memenangkan tiket ke Liga Champions.

Alhasil, laga berlangsung cukup keras, namun tidak menghasilkan terlalu banyak peluang.

Gol Torino dicetak Andrea Belotti dan Alejandro Berenguer. AC Milan bermain dengan 10 pemain setelah sang Il Capitano, Alessio Romagnoli, dikartu merah langsung oleh wasit.

Kemenangan ini membuat Torino meraih poin 56 dan bertengger di posisi ketujuh dari 34 laga, sementara Milan tertahan di peringkat kelima dengan raihan poin identik, 56.

Babak Pertama

Kedua tim berusaha untuk langsung mencari gol begitu laga dimulai. Namun, saking bersemangatnya, justru sering terjadi benturan antarpemain dan beberapa di antaranya menghasilkan kartu kuning.

Meski berusaha saling serang, tak banyak peluang yang bisa dihasilkan kedua tim. Kans terbaik Milan baru muncul pada menit ke-29.

Saat itu aksi Suso membuatnya bisa masuk kotak penalti, meski dikawal cukup ketat satu pemain lawan. Dengan kaki kanannya, ia melepas tembakan keras yang memaksa Sirigu terbang menepis si kulit bundar.

Tuan rumah tak mau kalah. Torino mencoba mengancam gawang Milan dengan trik-trik set piece, sepak pojok atau tendangan bebas.

Namun, baik Torino maupun AC Milan, tetap tak bisa mencetak gol hingga babak pertama berakhir.

Baca juga : Ada Beberapa Pemain Bola Yang Tidak Punya Tato Di Tubuhnya

Babak Kedua

Milan dan Torino tak melakukan pergantian pemain apa pun. di awal babak kedua. Namun kedua tim tetap saling serang.

Pada akhirnya ada insiden yang mengubah jalannya laga. Pada menit ke-57, Kessie didakwa melanggar Izzo di area terlarang. Pemain Milan berusaha melakukan protes namun, wasit bergeming dengan keputusannya. Hukuman penalti makin sah diberikan setelah wasit melihat tayangan ulang melalui VAR.

Eksekusi penalti kemudian dilakukan dengan baik oleh Belotti pada menit ke-58. Torino unggul 1-0. Tertinggal satu gol membuat Milan berusaha keras untuk bangkit. Mereka juga melakukan perubahan, salah satunya dengan memasukkan Piatek. Usaha itu hampir berhasil saat tandukan Bakayoko hanya mengenai mistar Torino pada menit ke-67.

Hanya, saat Milan berusaha mengejar keunggulan lawan, Torino malah mencetak gol lagi. Berenguer mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-69.

Situasi jadi makin tak menguntungkan bagi Milan. Sebab, pada menit ke-81, Romagnoli dikartu merah langsung oleh wasit. Ia secara sarkas bertepuk tangan saat wasit memutuskan melakukan pelanggaran pada satu pemain Torino.

Beberapa peluang kemudian masih sempat didapat AC Milan. Namun, hingga waktu tambahan berakhir, mereka tetap tak bisa mencetak gol balasan. Torino pun menang 2-0.

Susunan Pemain

Torino (3-5-2): Salvatore Sirigu; Armando Izzo, Emiliano Moretti, Nicolas Nkoulou; Lorenzo De Silvestri, Soualiho Meite, Tomas Rincon, Sasa Lukic, Cristian Ansaldi; Alex Berenguer, Andrea Belotti

Pelatih: Walter Mazzarri

AC Milan (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Andrea Conti, Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli, Ricardo Rodriguez; Franck Kessie, Tiemoue Bakayoko, Lucas Paqueta; Suso, Patrick Cutrone, Hakan Calhanoglu

Pelatih: Gennaro Gattuso

Ada Beberapa Pemain Bola Yang Tidak Punya Tato Di Tubuhnya

Ada Beberapa Pemain Bola Yang Tidak Punya Tato Di Tubuhnya

Prediksibola88dunia.com – Pemain piala dunia ini mungkin memilikih alasan tersendiri untuk tidak mentato tubuhnya. Ada yang beralasan kesehatan ada juga yang memiliki alasan lain bagi nya. Berikut prediksibola88dunia.com akan membahas beberapa pemain piala dunia yang tidak memilikih tato di tubuhnya.

Tato atau seni merajah tubuh bisa dibilang sudah lekat dengan pesepak bola dunia. Banyak pemain di jagat ini, baik pemain Indonesia hingga pemain beken manca negara senang merajah tubuhnya atau menghiasi tubuhnya dengan tato.

Ambil contoh saja Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic, Mauro Icardi, Sergio Ramos, Arturo Vidal, Roberto Firminho, Neymar dan masih banyak lagi. Biasanya tato yang mereka buat memiliki makna khusus. Jadi, mereka tak sekadar merajah tubuh. Namun, ada pula pesepak bola yang senang tampil bersih alias tak menginginkan tubuhnya dirajah. Cristiano Ronaldo jadi salah seorang pemain dari kalangan yang tubuhnya bebas tato. Ronaldo punya alasan mengapa ia tak merajah tubuhnya. “Saya cukup sering mendonorkan darah,” kata Ronaldo, dikutip dari Diretta News, menjawab alasan mengapa tubuhnya tak bertato. Setidaknya, individu yang sehabis menato harus menunggu enam bulan hingga satu tahun sebelum bisa menyumbang darah. Hal ini sebagai pencegahan penyebaran penyakit, di antaranya hepatitis. Beberapa waktu lalu Ronaldo mengungkap ingin teratur melakukan donor darah, setidaknya dua kali dalam setahun. Tidak hanya darah, Ronaldo menjadi donor sumsum tulang.

Selain Ronaldo, ada pesepak bola lain yang juga memilih untuk tak merajah tubuhnya. Siapa saja mereka? Berikut beberapa di antaranya.

Kylian Mbappe
Pasukan Prancis yang memenangi Piala Dunia 2018 tak jarang yang mengabadikan momen spektakuler itu dengan menato tubuhnya, sekadar mengingatkan pencapaian gemilang itu. Namun, Kylian Mbappe memilih tubuhnya tetap bersih. Tak seperti Neymar, ekannya di Paris Saint-Germain pula, misalnya, Mbappe diketahui tak memiliki tato di tubuhnya.

Luka Modric
Pemain Real Madrid ini termasuk pemain yang bersih dari tato. Meski rekan-rekannya seperti Sergio Ramos asyik merajah tubuhnya, Modric tak tertarik dan tetap membiarkan tubuhnya bebas dari tinta tato.

Baca juga : Kemungkinan Barter Pemain Inter Milan Dan Manchester United

Xavi Hernandez
Mantan pemain Barcelona ini terkenal sebagai sosol kalem di luar lapangan. Xavi Hernadez juga tak larut dalam tren pesepak bola yang gemar merajah tubuhnya. Ia diketahu bersih dari tato.

Iker Casillas
Mantan kiper Real Madrid, yang sekarang membela Porto ini, dikenal sebagai sosok yang rendah hati dengan pencapaian selama ini. Dibesarkan dalam tradisi yang dianggap tradisional di pinggiran Madrid, Mostoles, membuat Iker Casillas memilih untuk tak menghiasi tubuhnya dengan tato.

Andres Iniesta
Satu lagi pemain dari Spanyol yang lebih senang melihat tubuhnya bersih dari tato. Dia adalah legenda Barcelona, Andres Iniesta. Pemain yang kini berkiprah di J-League bersama Vissel Kobe ini diketahui tak memiliki tato di tubuhnya.

Kemungkinan Barter Pemain Inter Milan Dan Manchester United

Kemungkinan Barter Pemain Inter Milan Dan Manchester United

Prediksibola88dunia.com – Wartawan Italia Gianluca Di Marzio mengatakan bahwa Inter Milan dan Manchester United memiliki kesempatan untuk bertukar pemain di bursa transfer musim panas tahun 2019. Para pemain yang dimaksud adalah Romelu Lukaku dan Mauro Icardi. Romelu Lukaku tampaknya tidak konsisten sejak bergabung dengan Manchester United pada 2017. Dia yakin bahwa dia akan menjadi mesin gol utama, tetapi dia gagal menunjukkan kinerja yang menjanjikan.

Performa Lukaku terus menurun setelah tampil bersama Belgia pada Piala Dunia 2018. Hal itu membuat manajemen Manchester United gerah.

Saat ini, Lukaku sudah tidak menjadi striker pilihan utama. Posisinya tergeser oleh Marcus Rashford.

Hal itu membuat Lukaku membuka peluang untuk meninggalkan Mancehster United pada musim panas mendatang. Italia menjadi tujuan utama Lukaku.

Kondisi tersebut membuat Manchester United membutuhkan penyerang baru untuk menggantikan peran Lukaku. Mauro Icardi disebut sebagai penyerang yang cocok untuk menghuni lini depan The Red Devils.

Baca juga : Pemain Mancherster United Yang Siap Kluar Club

Inter Milan sedang berusaha melepas Icardi yang bersmasalah dengan manajemen klub. Ia sudah merencanakan untuk meninggalkan klub tersebut pada bursa transfer musim panas 2019.

Pendapat Gianluca Di Marzio
“Inter Milan merasakan banyak masalah dengan Mauro Icardi. Peluangnya untuk meninggalkan klub tersebut masih terbuka lebar,” ujar Di Marzio.

“Semua klub top mulai melirik Icardi karena masalah tersebut. Inter Milan mungkin akan melepasnya di bawah harga 110 juta euro.”

“Manchester United memiliki posisi yang diuntungkan karena mereka juga ingin melepas Romelu Lukaku. Peluang untuk pertukaran pemain antara Inter Milan dan Manchester United sangat besar,” ungkap Di Marzio.

Pemain Mancherster United Yang Siap Kluar Club

Pemain Mancherster United Yang Siap Kluar Club

Prediksibola88dunia.com – Mancherter United atau juga yang sering di kenal publik sebagai setan merah ini sedang berjuang memenangkan empat pertandingan trakhir ini namun ada sebagaian pemain yang menyatakan kalau kalah dalam pertandingan ini mereka siap meninggalkan Mancherster United. Penasaran dengan ulasannya berikut selengkapnya dibawah ini.

Manchester United sedang berjuang untuk menyelesaikan dalam empat pertandingan terakhir Liga Premier musim ini. Selain muncul kembali di Liga Champions, Setan Merah terikat untuk mengamankan beberapa pemain rayuan terbaik dari klub besar lainnya jika mereka tidak bermain di Eropa musim depan.

Manchester United telah dan akan melalui minggu-minggu yang sulit. Setan Merah baru saja tersingkir dari Liga Champions pada pertengahan pekan lalu, setelah kalah 0-4 secara agregat melawan Barcelona.

Setelah itu, Manchester United dihajar Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Goodison Park, Minggu (21/4/2019). Tak tanggung-tanggung, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu kalah telak empat gol tanpa balas.

Setelah dua laga berat tersebut, penderitaan Manchester United belum usai. Ashley Young dkk akan menghadapi Manchester City dan Chelsea pada pekan ini. Harapan Manchester United untuk finis di posisi empat besar pun kian tipis.

Nahasnya, ada beberapa pemain Manchester United yang siap hengkang jika gagal bermain di Liga Champions musim depan.

Baca juga : Di Pertandingan Terakhir Penentu Liverpool dan Manchester City

Mengutip The Guardian, kabarnya sudah ada tiga pemain MU yang siap pergi jika mereka gagal bermain di Liga Champions musim depan. Ketiganya adalah David De Gea, Paul Pogba, dan Romelu Lukaku.

Pembicaraan kontrak baru De Gea masih menemui jalan buntu. Kabarnya, kiper Spanyol ini sudah mempertimbangkan hengkang ke klub lain demi meraih trofi lebih banyak.

Pogba sendiri terus dihubungkan dengan Real Madrid sejak kembalinya Zinedine Zidane ke Santiago Bernabeu. Kabarnya, Madrid siap meluncurkan 150 juta euro demi mendapatkan jasa Pogba.

Situasi Romelu Lukaku sedikit lebih sulit. Dia tidak lagi jadi pilihan utama pasca kembalinya Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih anyar Manchester United itu tampaknya lebih sering memainkan Marcus Rashford.

Situasi yang Dihadapi Manchester United
Manchester United saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara Premier League dengan 64 poin dari 34 laga. Mereka wajib bersaing dengan Arsenal di peringkat kelima dengan 66 poin, Chelsea di peringkat keempat dengan 67 poin, dan Tottenham Hotspur di peringkat ketiga dengan 67 poin juga.

Artinya, laga melawan Man City dan Chelsea pekan ini wajib dimenangi. Jika Mancherster United kalah di kedua laga tersebut, peluang mereka finis di empat besar sudah hampir pasti melayang.

Nahasnya, tidak bermain di Liga Champions bukanlah tawaran yang baik untuk mengamankan pemain-pemain terbaik mereka. Sebagai tim besar, Manchester United wajib bermain di Liga Champions. Kegagalan menembus Liga Champions bisa sangat merugikan.

Di Pertandingan Terakhir Penentu Liverpool dan Manchester City

Di Pertandingan Terakhir Penentu Liverpool dan Manchester City

Prediksibola88dunia.com – Pecinta Bola kali ini prediksibola88dunia.com akan membahas ulasan tentang lawan terakhir yang menentukan Manchester City bisa sampai sekarang pertandingan piala dunia kali ini memang sangat memberikan banyak cerita berbeda dengan pertandingan biasanya. Berikut ulasan lengkapnya di bawah ini.

Manchester City dan Liverpool akan bertarung dalam tiga pertandingan terakhir di stadion Liga Premier 2018-2019. Saat ini, Manchester City berada di posisi pertama setelah memenangkan Manchester United, sambil memindahkan posisi Liverpool.

Manchester City mengoleksi 89 angka, terpaut satu poin di atas Liverpool. Kedua tim sudah menyelesaikan 35 pertandingan. Artinya, duo ‘kuda pacu’ tersebut tak boleh terpeleset jika enggan tertutup peluang meraih gelar musim ini.

Oleh karena itu, Mnchester City dan Liverpool wajib saling mengintip dengan harapan berbeda. Liverpool punya asa agar Manchester City terpeleset pada tiga laga terakhir. Sementara itu, Manchester City ingin Liverpool kalah atau minimal seri pada tiga laga tersebut.

Tiga lagi terakhir Liverpool dianggap lebih ringan, setidaknya dari sisi status, yakni dua kali tuan rumah dan sekali tandang. Hal itu berbeda dengan Manchester City. Sang juara bertahan harus dua kali melawat dan sekali berlaga di rumah sendiri.

Pada sisa laga musim ini, Liverpool akan menjamu Huddersfield (26/4/2019) dan Wolverhampton Wanderers (12/5/2019). Satu laga keluar kandang akan dilakoni Liverpool saat bertemu Newcastle United (4/5/2019).

Sementara itu, Manchester City akan menjadi tamu bagi Burnley (28/4/2019) dan Brighton (12/5/2019). Satu permainan di rumah sendiri terjadi saat Leicester City datang ke Etihad Stadium (6/5/2019).

Baca juga : Nasib Ronaldo Jika Tidak Menang Dalam Liga Champions

Catatan Pertemuan Pertama

Kans Liverpool meraih hasil sempurna pada tiga laga terakhir termasuk besar. Setidaknya, pada pertemuan pertama musim ini, Liverpool mampu menundukkan Huddersfield Town dengan skor 1-0 via gol Mohamed Salah (24′).

Liverpool berpesta gol ke gawang Newcastle United (26/12/2019) pada pertemuan pertama. Empat gol lahir via Dejan Lovren (11), Mohamed Salah (47′), Xherdan Shaqiri (79′) dan Fabinho (85′). Satu pertemuan kontra Wolves juga dimenangkan Liverpool (0-2).

Kondisi tersebut berbeda dengan Manchester City. Sergio Aguero dkk sekali kalah dari tiga lawan terakhir pada pertemuan pertama. Manchester City takluk dari Leicester City dengan skor 1-2 (26/12/2019).

Sementara itu, Manchester City menekuk Burnley dengan skor 5-0 (20/10/2018) dan Brighton (2-0). Beragam fakta tersebut membuat perseteruan Manchester City dan Liverpool akan semakin seru.

Nasib Ronaldo Jika Tidak Menang Dalam Liga Champions

Nasib Ronaldo Jika Tidak Menang Dalam Liga Champions

Prediksibola88dunia.comCRISTIANO Ronaldo sangat kecewa setelah tidak mampu membawa Juventus ke trofi Liga Champions 2018-2019. Tak lama setelah Juventus tersingkir oleh Ajax Amsterdam di perempat final Liga Champions 2018-2019, Ronaldo menyatakan kekecewaannya kepada ibunya, María Dolores.

Sebenarnya tidak mengherankan Ronaldo sangat kesal. Sebab, alasan Juventus mendatangkan Ronaldo adalah untuk memenangi trofi Liga Champions, gelar yang terakhir kali dimenangi si Nyonya Tua pada 1995-1996. Karena itu, di musim perdana membela Juventus, Ronaldo gagal mewujudkan impian sang klub.
Andai hingga nantinya pensiun sebagai pesepakbola tidak lagi memenangi trofi Liga Champions, ada beberapa nasib miris yang gagal diwujudkan pesepakbola 34 tahun itu. Apa saja?

Berikut nasib yang diterima Cristiano Ronaldo jika tak lagi menangi trofi Liga Champions

Gagal Memenuhi Tantangan
Seperti yang sudah diutarakan di atas, alasan Juventus mendatangkan Ronaldo adalah untuk memenangi trofi Liga Champions. Ronaldo dinilai memiliki kualitas untuk mengantarkan Juventus menjadi kampiun, mengingat pesepakbola asal Portugal itu berpengalaman meraih lima trofi si Kuping Besar.

Jika Ronaldo hanya mampu memenangi trofi Liga Italia bersama Juventus, jelas hal yang mubazir bagi si Nyonya Tua. Sebab, sebelum kehadiran Ronaldo sekalipun, Juventus telah mencatatkan diri sebagai kampiun Liga Italia dalam tujuh musim beruntun.

Tak Lagi Menangi Trofi Ballon dOr
Keberhasilan meraih trofi Liga Champions biasanya berefek kepada kesuksesan seorang pemain dalam usaha merebut gelar Ballon dOr. Fakta membuktikan dalam lima musim terakhir, pemain yang merebut bola emas adalah pesepakbola yang mengantarkan sang klub keluar sebagai jawara Liga Champions.

Baca juga : Pemain Yang Di Lepaskan Man United Pada 2019

Jika tidak lagi memenangi trofi Ballon dOr, otomatis koleksi bola emas Ronaldo akan tertinggal dari Lionel Messi (Barcelona). Sebab, Messi berpeluang besar merebut trofi Ballon dOr keenamnya pada tahun ini, asalkan mengantarkan Barcelona sebagai kampiun Liga Champions 2018-2019. Sekadar informasi, Messi dan Ronaldo saat ini sama-sama mengoleksi lima trofi Ballon dOr.

Messi Ungguli Ronaldo
Jika ingin disebut treble winner, sebuah klub wajib meraih trofi Liga Champions dan dua trofi kompetisi domestik. Andai Ronaldo tak lagi memenangi trofi Liga Champions, otomatis di sepanjang kariernya, pesepakbola 34 tahun itu tidak pernah merasakan manisnya menyabet treble winner.

Sejauh ini, pencapaian terbaik Ronaldo hanyalah merebut double winner, tepatnya bersama Manchester United pada 2008-2009 (Liga Inggris dan Liga Champions) dan Real Madrid 2016-2017 (Liga Spanyol dan Liga Champions). Kondisi itu membuat Ronaldo berada di bawah bayang-bayang sang rival abadi, Messi.

La Pulga –julukan Messi– tercatat dua kali merebut treble winner bersama Barcelona, tepatnya pada 2008-2009 dan 2014-2015. Bahkan Messi berpeluang meraih treble winner ketiganya musim ini, mengingat Barcelona masih eksis di Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions.

Pemain Yang Di Lepaskan Man United Pada 2019

Pemain Yang Di Lepaskan Man United Pada 2019

Prediksibola88dunia.com – United melakukan kampanye pada musim 2018-2019 dengan kinerja yang sangat tidak menjanjikan. Bahkan manajemen Man United harus memecat José Mourinho dan menggantikannya dengan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer tim. Bersama Solskjaer, kinerja Man United mengalami peningkatan yang signifikan. Namun dalam enam pertandingan terakhir, Man United justru tampak lambat dengan kehilangan empat pertandingan di antara mereka.

Berikut lima pemain Man United yang akan dilepas Man United pada musim panas 2019,

Juan Mata
Mata sendiri tiba di Old Trafford Stadium pada jendela transfer musim dingin 2014. Pemain berkebangsaan Spanyol itu didatangkan manajemen Man United dari Chelsea dengan mahar sebesar 44 juta euro atau sekira Rp696 miliar.

Mata memang sempat menjadi andalan Man United, khususnya di sektor sayap kanan. Kecepatan serta akurasi tembakan Mata jadi senjata mematikannya. Akan tetapi dalam dua musim terakhir, performa Mata bersama Man United kurang begitu memuaskan.

Bahkan pada musim ini saja, Mata baru memainkan 30 laga yang 17 di antaranya dari bangku cadangan. Mata pun baru menyumbang lima gol dan empat asis sejauh ini. Masa depan Mata sendiri bersama Man United masih simpang siur. Sebab kontraknya yang bakal kadaluwarsa pada musim panas 2019, belum ada tanda-tanda dari pihak Man United untuk memperpnjangnya

Ashley Young
Pada awal kehadiran Young di skuad Man United, ia memang langsung menjelma sebagai pemain andalan Setan Merah. Kemampuan Young ditempatkan di berbagai posisi menjadi keunggulan yang dimiliki dibandingkan pemain lain.

Akan tetapi seiring bertambahnya usia mantan bintang Aston Villa tersebut, performa Young pun mulai mengalami penurunan yang signifikan. Puncaknya adalah ketika Young dinilai menjadi pemain dengan rating paling buruk kala Man United disingkirkan Barcelona di perempatfinal Liga Champions 2018-2019.

Kontrak Young sendiri bersama Man United memang baru diperpanjang satu tahun pada Febuari kemarin. Namun manajemen Man United nampaknya bakal memasukkan nama Young dalam daftar jual di bursa transfer musim panas 2019.

Antonio Valencia
Valencia datang ke Man United pada musim panas 2009 dari Wigan Athletic, untuk menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Real Madrid. Performa Valencia bersama Man United pun bisa dibilang cukup konsisten dalam sembilan tahun terakhir.

Bahkan ketika Louis van Gaal memainkannya sebagai seorang fullback kanan, Valencia tetap bermain menjanjikan. Performa tersebutlah yang membuat personel Timnas Ekuador itu akhirnya dipercaya menjadi kapten Man United.

Baca juga : Pogba Ngotot Pada Posisi Favoritnya

Akan tetapi faktor cedera menjadi kendala utama Valencia di musim 2018-2019. Bahkan Valencia praktis belum pernah benar-benar tampil bersama Man United disepanjang musim ini. Situasi itulah yang memunculkan rumor bahwa Valencia bakal jadi salah satu pemain yang dilepas Man United. Terlebih kontraknya bersama Man United juga bakal berakhir pada musim panas 2019.

Eric Bailly
Pada awal kedatangan Bailly di Old Trafford Stadium, banyak yang menaruh harapan besar terhadapnya. Bahkan tidak jarang para pengamat yang menyebut Bailly memiliki kemampuan setara dengan legenda Man United, yakni Nemanja Vidic.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Bailly justru kesulitan untuk bisa menemukan bentuk permainannya sendiri. Bahkan pemain bertahan berkebangsaan Pantai Gading tersebut kerap beberapa kali dituding jadi biang di balik hasil minor yang didapat Man United di musim ini.

Situasi tersebut pun semakin membuat masa depan Bailly bersama Man United kencang dispekulasikan. Banyak yang memiliki keyakinan bahwa Bailly bakal menjadi salah satu pemain yang dilepas Man United ketika jendela transfer musim panas 2019 dibuka.

Phil Jones
Tiba dari Blackburn Rovers pada musim panas 2011 dengan masih berusia 19 tahun, Jones diyakini memiliki masa depan cerah bersama Man United. Bahkan untuk bisa meminang Jones, Sir Alex Ferguson sendiri yang melakukan negosiasi dengan pihak Blacburn agar meyakinkan sang pemain.

Jones pun memulai debut bersama Man United pada laga pramusim di Amerika Serikat melawan Chichago Fire. Pada penampilan debutnya itu, Jones tampil sangat disiplin dalam mengawal pertahanan Man United.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Jones pun mulai dipercaya tampil permanen di pertahanan Man United. Namun sayangnya, performa Jones belum terlalu memuaskan para penggemar Man United. Bahkan banyak yang berharap Jones segera angkat kaki dari Old Trafford Stadium. Itulah yang membuat spekulasi mengenai masa depan Jones bersama Man United.

Pogba Ngotot Pada Posisi Favoritnya

Pogba Ngotot Pada Posisi Favoritnya

Prediksibola88dunia.com – Sifat Pogba saat keras kepala yang selalu mau di posisi favoritnya tidak mau bertukar. Kali ini prediksibola88dunia.com akan mambahas keras kepala pogba pada saat di lapangan hijau. Berikut ulasan lengkapnya di bawah ini.

Ole Gunnar Solskjaer membuka kemungkinan untuk mengubah posisi Paul Pogba di sisa laga musim ini. Pogba dinilai tak maksimal kendati telah dimainkan di posisi ideal.
Pogba mengalami beberapa kali perubahan posisi sejak didatangkan ke Old Trafford dari Juventus pada 2016. Di era Jose Mourinho, ia kerap dimainkan di posisi yang lebih bertahan di lini tengah.

Opsi itu membuat kemampuan Pogba dalam menyerang dianggap tak bisa tersalurkan dengan baik. Kedatangan Solskjaer membawa perubahan.

Pemain 26 tahun itu diberi keleluasaan oleh Solskjaer untuk menyerang. Hasilnya, ia mampu tampil gemilang dengan torehan sembilan gol di 12 laga awal bersama manajer asal Norwegia ini.

Tapi, seiring berjalannya waktu, performa Pogba kembali menurun. Di 10 laga terakhir Setan Merah, ia hanya mengemas dua gol, itupun dari titik putih.

Situasi itu kembali memunculkan persepsi bahwa MU belum mampu mengoptimalkan potensi Pogba dengan baik. Terkait hal ini, Solskjaer mengaku telah berbicara dengan pemain kelahiran Lagny-sur-Marne tersebut.

Solskjaer menegaskan tak bisa selalu memainkan Pogba di posisi yang diinginkan sang pemain. Manajer berjuluk The Baby-Faced Assassin itu menjelaskan seluruh pemain Setan Merah harus tampil sesuai dengan kebutuhan tim.

Baca juga : Gerrard Si Kapten Cerdas

“Setiap orang memiliki pendapat tentang Paul. Dan tentu saja, bersama dengan Paul, kami telah duduk dan membahas posisinya. Kami tahu ia bisa bermain di posisi nomor 10 atau enam,” tutur Solskjaer dilansir dari Sportskeeda.

“Kami tahu ia bisa bermain di posisi yang disukainya, sebagai satu dari tiga pemain di lini tengah, yang tampil menyerang, seperti di awal kedatanganya, seperti yang telah ia lakukan bersama Juventus,” ujar dia.

“Bersama timnas Prancis, ia bermain sebagai satu dari dua menyuplai bola, atau satu dari dua gelandang tengah dengan N’Golo Kante. Jadi, di posisi itulah bagusnya Paul,” ujar Solskajaer.

MU tinggal menyisakan lima laga di Liga Inggris. Yakni, menghadapi Everton, Manchester City, Chelsea, serta Huddersfield Town dan Cardiff City. Kiprah Setan Merah di Liga Champions sudah terhenti.

Pogba pun akan dimaksimalkan di lima laga itu.

“Dia bisa melakukan dua-duanya. Dan apa yang harus kami lakukan dengan semua pemain adalah menyesuaikan dengan pertandingan dan apa yang dibutuhkan oleh pertandingan itu,” dia menegaskan.

Gerrard Si Kapten Cerdas

Gerrard Si Kapten Cerdas

Prediksibola88dunia.com – NAMA Steven Gerrard pastinya tak asing lagi bagi para penggemar Liverpool. Gerrard adalah kapten Liverpool yang memiliki masa jabatan terlama di Anfield. Ia bahkan mendapat julukan sebagai kapten fantastis. Ditunjuk sebagai kapten pada 15 Oktober 2003, Gerrard kemudian memiliki perjalanan panjang dengan ban kapten Liverpool.

Selama 12 tahun, pria berpaspor Inggris itu memimpin Liverpool di lapangan hijau. Kala itu Gerard Houllier adalah pelatih yang menunjuk Gerrard sebagai kapten. Banyak yang meragukan Gerrard sebagai kapten karena kala itu ia masih berusia muda, 23 tahun.

Akan tetapi keraguan itu mulai terpatahkan. Ia justru mampu menjadi sosok legendaris yang kini tak pernah lepas dari klub berjuluk The Reds itu. Pertandingan pertama Gerrard sebagai kapten adalah saat Liverpool melawan Olimpija Ljubljana di ajang Piala UEFA 2003-2004.

Awal karier Gerrard sebagai kapten pun tak berjalan mulus. Pada musim pertamanya sebagai kapten, Liverpool tak memiliki gelar satu pun. Namun pada musim kedua sebagai kapten, hasil berbeda mampu diraih. Gerrard mengantarkan timnya meraih gelar juara di Liga Champions 2004-2005 setelah mengalahkan AC Milan.

Pada momen itu pula, Gerrard tampil menjadi pahlawan bagi Liverpool. Pasalnya kala itu, Liverpool sempat tertinggal 0-3 di babak pertama. Namun, Gerrard mampu membangkitkan motivasi rekan-rekannya dengan mencetak gol pertama untuk memperkecil ketertinggalan.

Baca juga : Tak Ada Messi Guardiola Kesulitan Di Liga Champion

Tanpa disangka gol pertamanya itu mampu membawa Liverpool kembali menambah dua gol dan keadaan jadi imbang 3-3. Liverpool kemudian keluar sebagai juara setelah menang adu penalti 3-2 atas Milan.

Pada momen adu penalti tersebut, Gerrard juga mengambil peran besar. Ia menjadi pengambil penalti terakhir yang merupakan bentuk tanggung jawab terhadap tim sebagai kapten. Niat baik itu pun membuahkan gelar juara. Bahkan bukan hanya itu saja, Gerrard juga dinobatkan sebagai pemain terbaik di Liga Champions 2004-2005.

Setelah momen tersebut, nama Gerrard semakin dielu-elukan. Keajaiban Gerrard sebagai kapten Liverpool pun semakin bersinar. Puncaknya, ia dijuluki kapten fantastis karena pencapaiannya yang luar biasa.

Ia merupakan satu-satunya pesepakbola yang mampu mencetak gol di final Piala FA, final Piala Liga, final Piala UEFA, dan final Liga Champions. Rekor itu pun masih bertahan hingga saat ini. Karena pencapaiannya tersebut, Gerrard semakin dikenal dengan sebutan kapten fantastis.